Adissya Elma Fitriyah, Rahasia Menghafal Dengan Tetap Fokus

IMG_0613Berawal dari keinginannya untuk menghafal Al-Quran semenjak duduk di bangku kelas 6 SD, Adissya Elma Fitriyah atau lebih akrab disapa Adis ini memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Tahfizh Darul Fikri Sidoarjo yang memiliki program tahfizh bagi para santri.

Menjadi hafiz muda di usianya, bukanlah tanpa usaha. Banyak sekali tantangan yang harus dia hadapi. Bersyukurlah kuatnya kekeluargaan dan ukhuwah para santri dan ustazah yang begitu dekat dan saling melengkapi membuat semangatnya terus bergejolak.

Untuk membagi waktu belajar dan menghafal sendiri, Adis mengaku bahwa dia menggunakan waktu sebaik mungkin. Dia selalu menjaga fokus belajar di kelas sehingga pembelajaran di sekolah menjadi maksimal. Maka, untuk waktu tahfizh, Adis hanya fokuskan untuk tahfizh saja. metode ini sudah dia terapkan semenjak duduk di bangku Sekolah Dasar.

 IMG_0691

Pengalamannya yang paling membekas adalah saat menjelang khataman. Santriwati dari pasangan Bapak Mas Tommy Sapto Supangkat dan Ibu Wiwik Agustini ini awalnya mengaku sempat merasa mustahil menempuh satu hari satu juz. Namun, menginjak pekan kedua, dia berusaha untuk mempercayai mimpi tersebut, hingga akhirnya dia mampu untuk menuntaskan satu hari satu juz.

Sesuai dengan motto hidupnya, “Berjuang di jalan Allah untuk meraih ridho-Nya.” Tujuan Adis menghafal 30 juz ini ialah karena dia ingin menjadi keluarga Allah di bumi dan mendapatkan ridho-Nya, sekaligus membahagiakan orang-orang terdekat, khususnya Ayah dan Bunda.

Jika ditanya tentang faktor kesuksesannya menghafal 30 juz, santriwati ini akan menjawab, “Tekad yang kuat!” Dia selalu berusaha mempertahankan fokus dalam setiap kegiatannya. “Mungkin jika tanya ke teman-teman saya, mereka jarang melihat saya menghafal di luar jam tahfidz. Jadi, kesannya usaha saya biasa saja, tapi sebenarnya sungguh-sungguhnya saya itu ketika jam tahfidz itu sendiri. Saat jam tahfidz saya benar2 berusaha untuk tetap fokus, tidak tidur, dan tidak ngobrol,” jelasnya. Adis mengaku bahwa dia memiliki kebiasaan yang tanpa sadar bisa membuatnya lebih fokus saat tahfidz, yaitu dengan menghafal di dekat ustazah pembimbing karena bagi dia, ketika dia menghafal jauh dari ustazah, itu tandanya dia sudah tidak lagi fokus. Dan yang paling penting, terus berdoa kepada Allah. “Karena jika Allah tidak mengizinkan, ya susah buat kita untuk mendapatkannya. Jadi, harus sering-sering mendekat kepada Allah. Salah satunya dengan salat tahajud,” ungkap Adis.

Untuk cita-citanya sendiri, santriwati yang hobi membaca ini memiliki keinginan untuk dapat menjadi orang yang bermanfaat, salah satunya dengan menyebarkan ilmu. Dia pun ingin menjadi pengajar, guru atau dosen, serta penulis buku. Semoga tercapai cita-citamu, Adissya Elma Fitriyah!

Share Button