Istiqomah Membaca Satu Juz dalam Sholat, Hafidz Ini Banyak Meraih Prestasi

11Di tengah kemajuan jaman dan hingar-bingar dunia, tidak banyak remaja yang memilih jalan hidupnya untuk tafaqquh fiddin  (fokus belajar ilmu-ilmu syar’i). Meskipun dalam Islam tidak ada dikotomis ilmu agama dan ilmu yang lainnya, tetapi tetap saja fakta di lapangan berbicara bahwa sedikit orang yang terpanggil  mendedikasikan dirinya untuk belajar  ilmu-ilmu syar’i. Beruntunglah mereka yang melakukannya  dengan tanpa  mengabaikan ilmu-ilmu yang lain. Adalah Gibran Atsqoni  Yazid, salah satu santri PPTQ SMPIT Darul Fikri Sidoarjo menjadi salah satu remaja yang tengah berjuang mewujudkan mimpinya mempelajari ilmu syari untuk menjadi pendakwah Islam yang hafal Alquran. Sebagian tanda suksesnya telah dia dapatkan, dia telah hafal Alquran 30 juz di usia 15 tahun. Berikut kisah perjalanannya menyelesaikan setoran hafalan Alquran di Darul Fikri.

Lahir di Lumajang 28 Oktober 2001, Alan (panggilan akrab Ghibran Atsqolani Yazid) terlahir dan tumbuh di keluarga yang agamis.  Kedua orang tuanya, Puji Raharjo  dan Tutik Sholihati  selalu mendidik Alan  untuk komitmen dengan agama dan cinta Alquran. Ikhtiar dan doa  tidak henti-hentinya dipanjatkan keduanya untuk sang putra tercinta. Saat Alan masih berusia 10 tahun, kedua orang tuanya sudah mengikhlaskannya untuk nyantri di SDIT Ar Rahmah Lumajang, tentu tidak mudah untuk berpisah dengan anak yang masih berusia 10 tahun, namun demi sebuah impian kedua orang tuanya merelakan dan terus memotivasinya. Tak sia-sia pengorbanan kedua orang tuanya,  Alan  telah hafal 4 juz Alquran saat menyelesaikan pendidikannya di SDIT Ar Rahmah Lumajang  dan yang jauh lebih  penting adalah bimbingan dari Allah, sejak ia mondok itu keinginannya untuk  hafal Alquran Alquran 30 juz tumbuh dan mengakar di dadanya. Keinginan inilah yang mendorongnya setelah arahan  para ustadznya di Ar Rahmah   untuk memilih melanjutkan hafalannya di SMPIT Darul Fikri Sidoarjo, pondok pesantren yang diyakininya akan mengantarkan meraih cita-citanya hafal 30 juz dengan ijin Allah.

Modal mondok empat tahun di SD membuat Alan tidak mengalami kendala yang berarti saat pertama kali nyantri di Darul Fikri, penerima bea siswa penghafal Alquran dari Dompet Alquran Indonesia ini sudah kerasan di Dafi sejak hari pertaman.  Anak sulung tiga bersaudara ini begitu menikmati kegiatan-kegiatan di Dafi  lebih-lebih yang terkait dengan pelajaran Alquran. Remaja yang membaca, sepakbola dan memiliki suara yang indah ini sangat bersemangat dalam menghafal Alquran, semangatnya mengalahkan kesulitaan-kesulitannya sebagai seorang santri yang harus disiplin di pondok dengan segudang kegiatannya dan segala kesederhanaannya.  “Saya ingin memeberikan mahkota kemuliaan bagi orang tua, menjadi teladan yng baik untuk adik-adik,  dan menjadi imam Masjidil Haram” terang remaja yang bercita-cita menjadikan adik-adiknya juga hafal Alquran seperti dirinya.

Meskinya tidak banyak, bukan berarti Alan tidak menghadapi kendala saat menghafal Alquran, terkadang rasa malas dan jenuh menghinggapinya, namum ini tidak berlangsung lama, dengan mengingat target dan cita-citanya, biasanya rasa malas dan jenuh segera berlalu. Maka tidak heran jika Alan biasa terlihat banyak menghafal Alquran di luar jam-jam wajib menghafal. Kesabarannya menyelesaikan target telah teruji, kadang ayat-ayat yang mirif sulit dia hafalkan tapi atas bimbingan para ustadz-ustadz kesulitan ini bisa dilaluinya. Akhirnya satu peristiwa yang paling berkesan dalam hidupnya datang, Jumat 7 Dzulhijjah 1437 H, saat dia duduk di awal  kelas 9 SMPIT Darul Fikri ia menuntaskan setoran hafalannya. Bahagia tiada terkira dia rasakan, lelah letih pengorbanannya Allah balas denga n ni’mat menjadi seorang hafidz Alquran, kenikmatan yang tidak dirasakan kecuali oleh orang yang mendapatkannya.

putraAlan juga penghafal Alquran yang berprestasi dan aktif, pemilik suara mirip Syech Toha Junaid ini beberapa kali juara lomba tahfidz. Sejak menjadi santri Darul Fikri ia telah mempersembahkan 3 piala untuk;  Juara III MTQ tingkat Sidoarjo (2014), Juara II lomba tahfidz tingkat SMP se-Sidoarjo (2015), dan Juara III lomba tahfidz SMP tingkat Nasional (2016). Subhanallah………..dan hebatnya ia mengikuti lomba bukan untuk mencari hadiah, tetapi ridha Allah dan wasilah untuk menguatkan hafalannya, Allahu Akbar!. Ramadhan 1437 H, Alan mengikuti kegiatan Rihlah Dakwah yang diadakan Dafi, selama sepekan dia dikirim untuk berdakwah di Sumbermanjing Kulon kecamatan Pagak, Malang Selatan. Di sana dia menjadi imam shalat, mengajar TPA, mengisi pondok ramadhan SD, dan kultum tarawih. “Rihlah Dakwah sangat berkesan,  karena saya terjun langsung dan belajar berdakwah di masyarakat.” terang remaja penggemar Qori Internasional  Musyari Rasyid.

                Dirinya kini berada di penghujung study SMPnya, santri yang istiqomah membaca 1 juz hafalannya dalam sholat ini in syaa Allah tahun depan akan melajutkan study di MA IT Darul Fikri, sekolah baru di bawah naungan Pondok Pesantren Tahfidz Alquran Darul Fikri Sidoarjo, pesantren yang mengatarkannya hafal Alquran dengan ini Allah. Baraakallah fiik ya Alan..semoga Allah mengabulkan cita-citamu  dan banyak remaja yang mengikuti jejakmu, aamiin.

Share Button