Selesaikan Setoran Hafalan 30 Juz, Lathifah Susul Kakak-kakaknya Hafal Alquran

img_0366Memiliki anak yang berkarakter, berprestasi, dan hafal Alquran adalah dambaan setiap orang. Betapa bahagianya orang tua yang memiliki anak dengan karakter seperti ini, apalagi jika jumlahnya tidak hanya satu. Budi Prasojo dan Bulkis Mutiarin adalah pasangan suami istri yang berkesempatan merasakan kebagaiaan ini. Keempat anaknya adalah anak-anak yang berkarakter, berprestasi, dan hafal Alquran. Dari empat anak dosen Perkapalan ITS ini salah satunya adalah santri  PPTQ SMPIT Darul Fikri Sidoarjo, Lathifatun Nazihah namanya. Berikut kami tuturkan kisah putri bungsu ini menyelesaikan hafalan Alquran 30 juz di Darul Fikri.

Lathifatun Nazihah lahir di Surabaya, 18 Mei 2002. Remaja pemalu alumni SDIT Al Uswah  Surabaya ini sebelum mondok di Darul Fikri sehari-hari tinggal di Jalan Kejawan Putih Tambak blok 16 no 3.  Santri kelas 9 SMPIT Darul Fikri, anak terakhir dan empat  bersaudara ini disamping rajin menghafal Alquran juga hobby membaca dan memanah; olah raga ketangkasan yang sedang digandrungi anak-anak remaja akhir-akhir ini. Keinginan Lathifah menghafal Alquran sudah tumbuh sejak dirinya duduk di kelas 3 SD.  Remaja yang bercita-cita  menjadi dosen matematika ini mulai bersemangat menghafal Alquran setelah melihat semua kakaknya menghafal Alquran. Sejak  kelas 3 SD dirinya rutin menyetorkan hafalannya kepada Ustadz Baidhun Maknun, MA, Al Hafidz, Imam tetap masjid Manarul Ilmi  ITS. Alhamdulillan  lulus SD Lathifah telah berhasil menghafal tujuh juz. Ustadz  Maknun yang juga dosen tahfidz Ma’had Umar bin Khottob Surabaya ini merekomendasikan dirinya melanjutkan sekolah dan hafalan Alquran ke PPTQ SMPIT Darul Fikri.  Setelah berunding dengan orang tuanya akhirnya Lathifah memutuskan melanjutkan sekolah ke Darul Fikri Sidoarjo.

Selama belajar di Darul Fikri Lathifah tergolongan santri yang sangat cepat menyesuaikan diri dengan  kegiatan pondok yang cukup padat, sekolah dan kegiatan kesantrian ia jalani dengan senang hati, baginya semua kegiatan di Darul Fikri menarik. Rupanya keinginannya membahagiakan orang tuanya dengan hafal Alquran dan mengikuti jejak kakak-kakaknya yang telah hafal Alquran menjadikan langsung kerasan di pondok setelah dua minggu masa adaptasi. Karakter baik Lathifah diakui oleh teman-teman dan guru-gurunya. “Thifa itu anak yang sholihah sopan sama ustadz dan ustadzah” terang ustadzah Andri Devitasari wali kelasnya. “Lathifah anak yang memiliki empati terhadap teman dan lingkungannya, kalau ada anak yang sakit dirinya berusaha membantunya, dan jika ada teman yang berbuat baik kepadanya maka dirinya akan berupaya membalasnya secepat mungkin.” tambah Ustadzah Nurul ‘Aini, koordinator kesantrian putri. “Lathifah anak yang sangat bersemangat dalam menghafal Alquran, ketika libur sekolah pun di rumah tetap menghafal” imbuh Ustadzah Lia, guru tahfidznya.

img_0378Hari demi hari dilalui Lathifah bersama Alquran, keinginan selesai 30  juz di Darul Fikri semakin menguat setelah terpilih menjadi santri program tahfidz 30 juz. Rasa jenuh yang kadang menghinggapinya beruapaya dihilangkannya dengan berbagi cerita dengan teman-teman seperjuangannya, orangtuanya tidak henti selalu memotivasinya untuk menghafal 30 juz. Kakaknya lebih rajin lagi memotivasi dirinya menjadi hafidzah. Untuk menjaga kualitas ruhiyyahnya Lathifah selalu berpuasa sunnah Senin dan Kamis. Lahtifah suka menghafal hafalan baru pada malam hari dan mengulang hafalan setelah sholat Maghrib. Setelah serangkain perjuangan panjang akhirnya tanggal 10 Dzul Qo’dah 1437 H bertepatan dangan 12 Agustus 2016 pukul 18.21 WIB, Lathifatun Nazizah mengukuhkan dirinya sebagai santri ke 8 SMPIT Darul Fikri yang selesai menyetor hafalan 30 juz. Perasaan bahagia bercampur tantangan tanggung jawab mempertahankan hafalan ia rasakan. Selamat Lathifah! Semoga hafalannya segera mutqin dan istiqomah menjadi hafidzah yang berkarakter dan berprestasi. Aamiin.

Share Button