Ketua OSIS PenghafalAlquran 2015-2016

IMG-20151119-WA0001

Bulan Oktober lalu SMPIT Darul Fikri telah menyelesaikan rangkaian suskesi kepemimpinan organisasi santri(OSIS) periode 2015-2016. Mulai dari pencalonan pengurus, sosialisasi, pemilihan, LDKS sampai pelantikan. Alhamdulillah kegiatan relative berjalan dengan lancar sesuai rencana. Adalah Mahfudz Shidiq, santri kelas 8B terpilih menjadi ketua OSIS, dan akan  mempimpin

organisasi santri ini setahun kedepan. Mahfudz Shidiq merupakan sosok santri yang mampu menginspirasi teman-temannya,  disamping juga berprestasi pada tahfizh Alquran dan akademik. Untuk lebih mengenal Ketua OSIS Darul Fikri tahun ini, berikut kami sajikan profil singkatnya.

Remaja yang biasa dipanggil Mahfudz ini lahir di Blitar, 11 Juni 2011.Anak pasangan Subekhan dan Tri Wahyu Diwati ini biasa mengisi waktu luangnya dengan membaca buku. Ayahnya yang berprofesi sebagai jaksa telah membiasakan Mahfudz hidup disiplin sejak kecil, ditunjang dengan kegiatan yang padat dan teratur  di Darul Fikri telah mengantarkannya menjadi santri yang disiplin.

Semua kegiatan dipesantren diikutinya dengan riang dan senang, maka tidak heran kalau remaja yang memiliki motto hidup “Jadikanlah setiap langkah hidupmu sebagai ibadah!” ini tergolong santri yang sukses dalam belajarnya, pretasi akademik bagus, hafalannya pun telah mencapai 10 juz. “Saya tertarik menghafal Alquran karena saya ingin memberikan syafa’at kepada keluarga saya, terutama pada  orang tua saya,  dan saya tidak mau menyusahkan kedua orang tua saya saat mencari kuliah  yang akan saya tuju, karena sudah banyak universitas yang menyediakan beasiswa bagi penghafal Alquran” ungkap Mahfudz.

“Sebenarnya saya mulai tertarik menghafal Alquran saat kelas lima SD, tapi saat kelas enam tiba-tiba ketertarikan itu kandas, mungkin karena saat itu saya fokus terhadap Ujian Nasional dan masih belum mengerti metode apa yang saya gunakan untuk menghafal, Alhamdulillah waktu saya duduk di kelas 7, karena program yang ketat dalam menghafal Alquran,akhirnya saya bersemangat lagi” lanjut santri yang gemar murajaah (mengulang) hafalan setelah ashar ini. Mahfudz sangat terinspirasi sosok Mu’adz,  seorang remaja timur tengah yang hafal Alquran walau pun buta. Cacat tubuhnya tidak menghalanginya untuk menghafal 30 juz. Mahfudz bertekat menyelesaikan hafalan Alquran 30 juz sebelum naik kekelas 9.Tekat ini dengan ijin Allah mengantarkannya siap berlelah-lelah dengan Alquran, bangun malam antara jam 2-3, waktu ini digunakan untuk qiyamul lail dan memurajaah hafal andalan shalat, lalu sambil menunggu waktu subuh dia manfaatkan waktunya untuk menghafal, “Waktu-waktu ini adalah waktu yang saya sangat sukai untuk menghafal” jelas remaja yang bercita-cita menjadi Doktor yang hafal Alquran ini.

22Alqurannya memang mukjizat Allah, mempelajari dan menghafalkannya tidak menjadikan seorang santri tertinggal pelajaran sekolahnya, namun justru sebaliknya. “Setelah saya menghafal Alquran, saya mudah mencerna pelajaran-pelajaran akademik yang lain. ”terang Mahfudz. Subhanaallah…. selamat mengemban amanah ketua OSIS Mahfudz! semoga Allah meridhoi dan memudahkan Anda dalam menjalankan anamah membantu PPTQ Darul Fikri mengantarkan santrinya menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi dan hafal Alquran. Aamiin.

Share Button

, ,