Syayma; Hafizhah Calon Dokter yang Sukses Berdakwah dan Berbisnis

Syayma-Karimah1Memiliki anak yang shalih, berprestasi, mandiri, dan hafal Alquran merupakaan nikmat yang luar biasa. Tidak banyak orang yang bisa memadukan empat hal tersebut pada dirinya. Belum banyak orang tua yang beruntung memiliki anak sebaik ini. Muhammad Supariyono dan Miftahul Bariyah adalah salah satu dari sedikit keluarga yang mendapatkan nikmat tersebut. Salah satu anak pasangan suami istri yang tinggal di Depok Jawa Barat ini memiliki prestasi yang spesial. Syayma Karimah namanya, mahasiswi semester tujuh Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta. Calon dokter ini telah hafal Alquran sejak SMA, meraih berbagai juara di bidang akademik dan keagamaan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, dan sukses dalam dakwah dan bisnis.

Keinginan Syayma menghafal Alquran  tumbuh sejak dirinya duduk di kelas tujuh SMPIT Al Kahfi Bogor Boarding School, padahal saat itu bacaan Alqurannya belum bagus. Ia wajib mengikuti program tahsin (perbaikan bacaan)  sebelum menghafal. Gadis kelahiran Bogor, 5 Juni 1994 ini tidak minder karenanya, tekadnya adalah hafal 30 juz sebelum lulus SMA.  Motivasi terbesarnya untuk menghapal Alquran  adalah keinginannya memberikan mahkota kemuliaan untuk kedua orang tuanya.  “Alquran bagi saya adalah refreshing, dalam surah Thaha, Allah SWT menjelaskan bahwa Alquran tidak diturunkan untuk menjadi beban. Saya tetap kuliah dan mengerjakan tugas seperti biasa. Pukul 20.00-22.00 WIB (kecuali ada hal-hal mendesak) dan 02.00-03.00 dini hari  waktu wajib bersama Alquran.” ungkapnya. Syayma sukses mengatur waktunya dengan baik, sukses Alquran, study, dan aktifitas dakwah berhasil ia padukan. Saat lulus SMP ia hafal 7 juz dan menjadi lulusan terbaik III.

Saat lulus SMAIT Al Kahfi, aktifis KAMMI ini hafal 30 juz dan meraih penghargaan sebagai lulusan teladan dan huffazh terbaik. Hebatnya  lagi, Syayma justru menyempurnakan hafalan di saat yang sulit, menjelang Ujian Nasional (UN) dan saat  ibunya sakit stroke. Kondisi  sulit ini tidak melemahkan fokus dan tekadnya, namun justru menguatkan azamnya untuk segera menyempurnakan hafalannya, “sebelum UN harus hafal 30 juz!”  Kurang sebulan UN, masih 12 juz yang belum dihafal olehnya, bagaimana menyelesaikannya? “Satu hari setor satu juz” ini solusi yang diyakininya akan mengantarkannya kepada cita-citanya yang mulia. Misi yang nyaris mustahil bagi sebagian orang pun dimulai. Baginya tidak ada yang mustahil kalau Allah menghendaki, tidak henti ia berharap dan berdoa kepada Allah. Hari pertama ia sukses menyetorkan 1 juz, setelah subuh setor setengah juz setelah Isya’ setor setengah juz. Semua waktunya selain kewajiban ibadah dan sebagai santri ia gunakan untuk menghafal, ia ikhlas hanya tidur setengah jam sehari, pukul 23.30-24.00 WIB, itulah waktu tidurnya selama 14 hari intensif menghafal. Allahu Akbar………Syayma  membuktikan janji Allah “bersama kesulitan ada kemudahan”, sebelum UN dirinya dinobatkan sebagai hafidzah 30 juz. “Aku yakin Allah nggak akan menyia-nyiakan semua ini. Dan Alhamdulillah, dengan segala kekuasaan yang Dia miliki, setelah perjuangan  selesai dan setifikat hafidzah itu aku pegang, Allah mengistirahatkanku dengan menempatkan aku di Fakultas Kedokteran UNS melalui jalur SNMPTN Undangan” uangkapnya. Subhanallah….seolah menjadi hadiah dari Allah atas prestasinya.

Kini Syayma sedang menyelesaikan pendidikan kedokterannya, terus menjaga hafalannya dan menjadi aktifis dakwah kampus, ia aktif membina berbagai pengajian di kampus  dan luar kampus. Sibuk dan lelah tidak menjadi penghalang baginya  untuk berprestasi,  “Kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia. Jadi kita harus menutup keran-keran yang bocor dari waktu-waktu yang terbuang itu. Kalau selama ini aku mengaturnya dengan mengurangi waktu tidur. Aku tidur jam 23.00  bangun jam 1 atau 2. Nah kuncinya harus seneng ngelakuin semua. Kan hidup cuma sekali, kalau sesuatu  kita lakukan terpaksa, ya rugi banget. Tapi kalau kita menikmati perjuangan, capek pun menjadi tidak terasa.” terang gadis yang juga pedagang jilbab (on line) ini. Kini omset bisnisnya mencapai 20 juta perbulan, infaqnya  menembus angka 3 juta rupiah perbulan. Subhanallah…….semoga kita bisa meneladani kebaikannya.

Share Button

, , , ,