Budayakan Membaca, Kunjungi Toko Buku

kunjungi toko bukuJawa Pos, 13 Mei 2012.

Kegiatan belajar-mengajar tidak  harus berada di ruang kelas. Misalnya yang dilakukan SMP Islam Terpadu Darul Fikri Sidoarjo, kemarin (12/5) mereka mengunjungi toko buku dan melakukan diskusi bersama. Kegiatan yang bertema Reading Mania itu digelar di Toko Buku Toga Mas Jalan Diponegoro Surabaya.

“Pengetahuan siswa perlu diperluas dengan kegiatan gemar membaca,” ungkap Achmad Manansyah, Kepala SMPIT Darul Fikri. Kegiatan rutin itu bertujuan untuk membiasakan siswa membaca buku-buku pengetahuan. “Kalau bisa, membaca dijadikan budaya,” tambah dia.

Dia menjelaskan, kegiatan itu sebenarnya seperti berwisata. Namun, wisata yang dimaksud adalah wisata ilmu. Siswa diminta untuk memilih dan membeli satu buku. Mereka diberi waktu 3 hari untuk membaca buku tersebut. Setelah satu buku itu tuntas dibaca, mereka diminta untuk menukarnya dengan teman lain satu kelas. Berikutnya buku-buku itu disumbangkan kepada perpustakaan sekolah agar siswa lain bisa membacanya. Dengan cara itu, siswa memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaganya.

Siswa boleh memilih buku apapun yang mereka minati. Meski pihak sekolah menyarankan buku biografi, sejarah, budaya, dan agama. “Dari buku-buku tersebut, siswa bisa memperoleh pengetahuan yang luas,” ungkap Manansyah.

Buku adalah jendela dunia. Memang, terkadang pelajaran yang mereka dapat dari membaca buku tidak selamanya diterangkan di kelas. Dari situlah siswa mampu mengembangkan pemikiran meraka. ”Biasanya siswa yang gemar membaca prestasi akademisnya juga bagus,” imbuh Manansyah.

Selain membaca, media lain untuk mengembangkan pengetahuan adalah menulis.

“Setelah membaca, biasanya siswa termotivasi untuk menulis,” imbuh Manansyah. Beberapa siswa yang aktif membaca juga aktif menulis. Nyatanya, meraka memiliki blog untuk mengekspresikan pengetahuan mereka. Hal itu otomatis memudahkan peran guru dalam kegiatan belajar mengajar.(zal/c13/oni)

Share Button

, , , ,