Semangat Berqurban Harus Dirasakan Setiap Saat

Dalam bincang-bincang dengan Ustaz Syuhada’, Panitia Idul Adha Pesantren Darul Fikri Sidoarjo menyatakan bahwa kesediaan berqurban merupakan bentuk kegiatan sosial untuk saling berbagi yang sebaiknya tidak hanya direfleksikan atau disimbolkan dengan kesediaan kita menyembelih kambing kemudian membagikan dagingnya kepada orang-orang setahun sekali. “Semangat ini harus dirasakan setiap saat,” tegasnya.

Di tengah-tengah kesibukan mengelola hewan qurban yang dipercayakan oleh para dermawan kepada Pesantren Darul Fikri Sidoarjo untuk dibagikan kepada masyarakat, dirinya berharap agar warga pesantren dan masyarakat sekitarnya dapat mengartikan pesan simbolis dari berqurban dan mengimplementasikannya dengan baik. “Agama mengajarkan secara simbolis bahwa kita harus berbagi dan itu sebetulnya bukan hanya kambing tapi juga sedekah dan zakat. Juga, bukan hanya dilakukan pada hari-hari keagamaan, tapi setiap hari dalam jumlah yang substansial dan signifikan,” tambahnya.

Menurut penilaiannya, setiap tahun masyarakat yang berqurban terus meningkat. Ini dapat diartikan bahwa kesadaran ummat Muslim di tanah air untuk berqurban semakin tinggi. “Kalau kita perhatikan apa yang diumumkan di masjid-masjid menjelang atau sesudah Idul Adha, jumlah hewan qurban semakin banyak. Ini pertanda gairah untuk berqurban meningkat,” katanya.

Namun, Ustaz Syuhada’ mengakui seiring dengan meningkatnya semangat ummat Muslim untuk berqurban, masih saja ada sejumlah masyarakat yang belum menerima hasil qurban. Kondisi itu menurutnya dapat diartikan bahwa tingkat kemiskinan di tanah air masih tinggi. Ia berharap situasi tersebut dapat terus berkurang pada tahun-tahun mendatang.

Share

, , ,